![]() |
Dok. Harga tarif tiket pada struk Rp. 481.800 namun pemudik membelinya dengan harga Rp. 700.00. (Ist) |
SERANG | Mudik lebaran merupakan rutinitas masyarakat Indonesia untuk pulang ke kampung halaman masing masing, setelah satu tahun di perantauan.
Tentunya pemerintah selalu memberikan pelayanan dan kenyamanan bagi pemudik di seluruh dunia. Baik jalur darat, udara dan luat.
Kendati demikian, kegiatan pungli masih saja terjadi, terutama di wilayah terminal atau Pelabuhan.
Ansori pemudik dari Banten mengeluhkan dengan adanya pungli di pelabuhan Merak saat akan melakukan penyebrangan ke Bakauheni Lampung pada 30 Maret 2025.
Dia mengatakan, pembelian tiket melalui online yang sulit sehingga harus membeli tiket di loket sekitar pelabuhan.
"Beli di online sulit, jadi ya terpaksa di loket dekat pelabuhan," kata Ansori kepada media, Kamis (03/04).
Ia mengatakan, awalnya memesan tiket executive dengan harga 850.000; namun karena tidak ada maka tiket diganti dengan tiket Regular.
"Jadi si Agen bilang ini tiket regular, tapi kapalnya Executive, 700 ribu ya," akunya.
Ansori tidak mengetahui jika pada mudik lebaran 2025 tidak ada pemberlakuan khusus pelabuhan. Terutama perjalanan kapal executive, sehingga dirinya mau membayar tiket 700.000;.
"Saya pikir karena kapal executive tidak apa-apa. Eh pas tahu informasi dan melihat tiket hanya 481 ribu, kaget donk. Artinya saya sudah kena calo dan pungli," ujarnya.
Ia juga mengatakan, tiket itu ia beli dari agen penyebrangan bernama Yoga Tiket di sekitar pelabuhan.
"Ya dari Yoga jasa penyebrangan Merak," tukasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar